Luwuk – portalbanggai.com (08/01/2025). Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, M.M. membuka rapat penyelesaian pengadaan tanah Project Pengembangan Senoro Selatan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Belinn Luwuk, Rabu (08/01/2025).

Rapat bersama Forkopimda yang diselenggarakan oleh SKK Migas-JOB Tomori tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Banggai, Pj. Sekda Kabupaten Banggai, Assisten 1 Dan 2 serta para Kabag di lingkup Setda Kabupaten Banggai, Kepala SKK Migas, Pimpinan JOB Tomori, Kepala Pertanahan Kabupaten Banggai, para Pimpinan OPD, Camat dan Kepala Desa serta beberapa warga di lokasi terkait dan sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan menyusul rapat Bupati Banggai bersama jajaran SKK Migas dan JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi, Jumat (03/01/2025), serta mendukung arahan Presiden RI terkait dengan Swasembada Pangan dan Swasembada Energi yang dilaksanakan pada Senin (30/12/2024).
Menindaklanjuti hal tersebut, maka dibutuhkan langka kongkrit sebagai upaya akselerasi pencapaian arahan Presiden RI melalui penyelesaian pembebasan lahan dan penetapan lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada Proyek Pengembangan Senoro Selatan.

Bupati Banggai H. Amirudin dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Banggai terus mendorong sinergi antara masyarakat, perusahaan dan pemangku kepentingan dalam proyek pengembangan sumur gas Senoro Selatan.
“Inilah pentingnya komunikasi terbuka terkait pembebasan lahan dan manfaat ekonomi yang dihasilkan,” kata Bupati Amirudin.

Proyek pembangunan sumur gas Senoro Selatan yang dikelola oleh JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, memerlukan pembebasan lahan untuk jalur pipanisasi gas cair ke kilang. Menurut Amirudin, apabila terjadi pembebasan lahan, maka harus dibahas dengan seksama, keluhan-keluhan masyarakat juga perlu disikapi terkait lahan. Dirinya juga meminta manajemen JOB Tomori untuk membuat batasan, agar warga tidak mengelola lahan yang telah ditentukan.

Dan General Manager JOB Tomori Andry Sehang memastikan, pihaknya akan berkomitmen menjalankan proyek tanpa meninggalkan dampak buruk bagi masyarakat. Ia memastikan bahwa proyek Senoro Selatan tidak meninggalkan jejak buruk dan sangat menghendaki kedua belah pihak sama-sama menikmatinya. Andry mengakui bahwa proses pengerjaan proyek ini sudah telat. Oleh karena itu, ia berharap semua pihak untuk saling membantu pencapaian progres. (*)
Penulis warta dan foto : Ahtar Basonggo













